Bahasa IndonesiaEnglish

Tourism

Gunung Kelud

Kawasan ini berada ±160 km, ( ± 3,5 jam) dari Bandara Juanda Surabaya atau ±40 km (±45 menit) dari Kota Kediri dan merupakan wisata gunung aktif berketinggian 1730 m dpl. Suasana yang sejuk dan panorama pegunungan yang indah menjadikan kawasan ini menarik bagi wisata alam, petualangan, dan kesehatan. Daya tarik dari obyek wisata ini antara lain: Flying fox, Area panjat tebing, jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan. Wisata malam dan juga Gedung Theater Gunung Kelud.

Simpang Lima Gumul

Monument Kediri yang bentuknya menyerupai L’arch D’ Triomphe yang ada di Perancis tersebut berdiri megah di tengah – tengah persimpangan Lima Gumul – Kediri yang menjadi tiang pancang pengembangan kawasan Simpang Lima Gumul menjadi kawasan kota baru di Kabupaten Kediri. Bedanya, Monumen ini memiliki spirit berdirinya Kabupaten Kediri sehingga monument ini di posisikan tepat di tengah jalur lima jalan arah Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.

Outbond Gunung klothok

Lokasi gunung Klothok, lereng gunung Wilis, tidak jauh dari pusat Kota Kediri, sangat asik dijadikan tempat berwisata outbound,pelatihan,bersepeda, hiking dll. Pada malam hari, kita bisa menyaksikan pemandangan gemerlap Kota Kediri.

Bendung Gerak Waru turi

Kawasan Bendung Gerak Waru Turi merupakan salah satu obyek wisata yang ada diwilayah Kabupaten Kediri, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kecamatan Gampengrejo. Di lokasi bendungan yang memiliki panjang kurang lebih sekitar 150 Meter ini, pengunjung akan disuguhi dengan situasi dan kondisi alamnya yang tergolong alami. Karena itulah, ditempat tersebut cukup menarik untuk dijadikan sebagai tempat menikmati hari libur atau di kala senggang bersama anggota keluarga, bahkan disekitar area dalam lokasi juga bisa dijadikan tempat piknik.

Rafting Kali Konto

Kediri Rafting menyusuri aliran deras sungai Konto sepanjang ± 6 Km yang bermuara di Bendungan Selorejo Kab. Malang. Peserta akan disuguhi pesona air dan bentang alam sekitar sungai yang cukup memukau, belum lagi batu-batu besar dan tebing disepanjang sungai yang menantang para jiwa muda untuk berpetualang dan merasakan akan sensasi mencoba hal yang baru.

Air terjun Dolo

terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, ± 25 km (± 45 menit), atau ± 150 km (±3,5 jam) dari Bandara Juanda Surabaya. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah. Bagi pecinta Hiking (mendaki gunung), Gunung Besuki merupakan alternatif yang sangat menarik untuk ditaklukan dan dinikmati.

Air Terjun Irenggolo

berada di kawasan Besuki di ketinggian 1200 di atas permukaan laut di gugusan lereng Gunung Wilis (1950 m). Tumpahan airnya sekitar 80 meter dengan bentuk trap-trap mini dan pemandangan alam yang indah dengan suhu sekitar 18 derajat Celcius.

Candi Surowono

Candi Surowono merupakan sebuah candi Hindu dari jaman Kerajaan Majapahit, berukuran kecil namun dengan relief cantik, yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, ± 28 Km dari Kota Kediri atau 105 km (2,5 jam) dari Surabaya. Candi Surowono diperkirakan dibangun pada tahun 1390 M sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker.

Candi Tegowangi

terletak di Plemahan ± 25 km, ± 45 menit dari Kota Kediri atau dari Surabaya ± 100 km (2,5 jam). Candi Tegowongi berdenah bujursangkar menghadap ke barat dengan memiliki ukuran 11,2 x 11,2 meter dan tinggi 4,35 m. Pondasinya terbuat dari bata sedangkan batu kaki dan sebagian tubuh yang masih tersisa terbuat dari batu andesit.

Gereja Puhsarang

Gereja tua Pohsarang ini dibangun tahun 1936 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi. Namun dari rentetan renovasi itu, bentuk asli gereja masih terjaga. Altar gereja dari batu masih yang beratnya mencapai tujuh ton dan berhias pahatan rusa, altar luar berbentuk Stupa Borobudur, menara berbentuk Candi Buntar, pendopo, perangkat gamelan sebagai pengiring misa, tabernakel batu dengan desain batu terguling, makam, dan lain-lain, masih bisa kita temui di Gereja Pohsarang.

Museum Airlangga

 

Wisata Kuliner Kediri

Soto Tamanan (10 menit dari Hotel Insumo)

Khusus menyajikan soto ayam kampung khas kediri. Selain soto ayam,disajikan juga ayam bakar sebagai pelengkap/lauk. Soto ayam kampung Kediri terkenal gurihnya,pedas dan manis. Ada beberapa stand yang menjajakan makanannya disana,tetapi ada juga yang dijajakan diseputar area jalan semeru/terminal. Dijual dengan harga mulai Rp.3.500/mangkuk.

Soto Branggahan (10 menit dari Hotel Insumo)

Soto unik dengan mangkuk mini di sepanjang jalan raya Kediri – Tulungagung, tepatnya di Desa Branggahan kecamatan Ngadiluwih. Puluhan penjaja soto ayam kampung berjajar dari sore sampai malam. Bersantap satu mangkuk tidak akan membuat puas, paling tidak lebih dari dua porsi. Lauk disajikan terpisah,mulai tempe goreng,tahu goreng,jerohan,krupuk rambak sapi,perkedel,sate usus dll.

Pecel tumpang Jl Dhoho

Tepat berada dipusat Kota Kediri. mulai pukul 21.00,saat toko-toko disepanjang jl.Dhoho mulai tutup. Sebagian sudah memulai aktifitasnya mulai pukul 19.00. Pecel disajikan dalam piring daun pisang (pincuk) dengan harga mulai Rp.3.000/porsi. Lauk pauk dijajakan terpisah,mulai ayam goreng,perkedel,lentho,tahu,tempe bacem,sate ayam,empal dll

Nasi Goreng Anglo khas Kediri

Nasi goreng khas kediri ini di goreng menggunakan anglo/tungku arang. Sekali masak hanya 1 porsi saja. aroma sedapnya begitu terasa, coba saja keliling kota kediri, jalan dhoho dan sekitarnya.. semerbak gurih aromanya begitu menggoda. di jajakan mulai jam 6 malam.

Sate Bekicot

Bekicot (escargot) yang digemari dan dijual mahal di Perancis, tetapi di Kediri dengan mudah anda akan menemukannya di daerah Djengkol, Kec.Plosoklaten Kab.Kediri. selain lezat dan menyehatkan,bekicot juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kulit.

Sate Emprit

Emprit adalah burung pipit. unik, saat sate digigit, cita rasa sedap mulai terasa. Ketika melewati kerongkongan rasanya sangat lembut. Sate emprit juga tidak amis. Berbeda dengan sate ayam yang ketika dibakar masih berwarna putih, untuk sate emprit warnanya menjadi kecokelatan. Teksturnya liat, tidak lengket, aroma rasanya kuat, tanpa lemak, dan gurih.

 

Pusat Perbelanjaan

Kota Kediri juga menawarkan hiburan jalanan seperti yang bisa di jumpai di Jalan Dhoho ataupun di Taman Sekartaji. Jalan Dhoho merupakan pusat kota dan pusat perbelanjaan pakaian yang sangat ramai di Kota Kediri. Konsep dan suasana Jalan Dhoho menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta, dimana di Jalan Dhoho ini terdapat banyak pedagang nasi tumpang dan pecel lesehan yang hampir tiap malam dipenuhi oleh masyarakat kediri dari kawula muda sampai tua yang mencari hiburan di malam hari dengan nuansa kebersamaan